DEV Community

Cover image for Bagaimana cara menggunakan PostgreSQL tanpa melakukan instalasi?
Mohammad Anang
Mohammad Anang

Posted on

Bagaimana cara menggunakan PostgreSQL tanpa melakukan instalasi?

Salah satu database SQL yang cukup populer saat ini adalah PostgreSQL. Didukung perkembangan bahasa pemrograman yang cukup tinggi, baik ragam dan jenisnya, penggunaan berbagai macam database mendapatkan pengaruh juga. Hal ini menuntut para software developer untuk dapat menggunakannya. Bersamaan dengan itu, tuntutan untuk melakukan instalasi juga harus dikerjakan.

Keberadaan docker menjadi opsi anti ribet untuk melakukan instalasi serta menggunakannya. Sehingga bekal yang harus dimiliki oleh para developer cukup docker saja di lokal komputer masing-masing. Spesifik akan dibahas seputar cara menjalankan PostgreSQL pada docker, berikut tools yang mendukung untuk menggunakannya sebagai software developer.

Persiapan awal

Pada tahap ini perlu dipastikan untuk memiliki pengetahuan terkait docker, khususnya docker compose, dikarenakan akan terdapat code/script yang membutuhkan pengalaman di dalamnya. Termasuk tools yang akan direkomendasikan akan berupa aplikasi yang dijalankan menggunakan docker dan yang ada di luar dan memerlukan instalasi tersendiri tanpa docker. Berikut tahapan-tahapannya:

  • Membuat direktori aplikasi untuk mengelola code yang selanjutnya akan memudahkan proses menjalankan PostgreSQL.
mkdir <direktori-projek> && cd <direktori-projek>
Enter fullscreen mode Exit fullscreen mode
  • Membuat file docker compose dengan nama docker-compose.yaml seperti berikut:
version: '3.8'

services:
  pgsql:
    container_name: pgsql-app
    image: 'postgres:latest'
    ports:
      - '${DB_PORT:-5432}:5432'
    environment:
      POSTGRES_DB: '${DB_NAME}'
      POSTGRES_USER: '${DB_USER}'
      POSTGRES_PASSWORD: '${DB_PASSWORD}'
    volumes:
      - './data:/var/lib/postgresql/data'
    restart: always

Enter fullscreen mode Exit fullscreen mode

Susunan code tersebut memiliki acuan pada situs docker hub berdasarkan image (postgres) yang akan digunakan. Penggunaan options dijelaskan detail pada halaman masing-masing image.

  • Menambahkan file env untuk mengisikan value yang akan digunakan pada saat menjalankan docker compose. Lalu menyesuaikan isi berupa value-value berdasarkan kebutuhan yang diperlukan.

Image description

  • (Opsional) Menggunakan adminer sebagai database tools untuk melakukn query dan transaksi lainnya terkait PostgreSQL. Pada file docker compose perlu ditambahkan service tambahan untuk adminer di bawah postgres seperti berikut:
  adminer:
    container_name: adminer-app
    image: adminer
    ports:
      - '${ADMINER_PORT:-8000}:8080'
    restart: always
    depends_on:
      - pgsql
Enter fullscreen mode Exit fullscreen mode
  • Menjalankan perintah docker untuk menjalankan PostgreSQL dan adminer yang telah diatur sebelumnya dengan perintah:
docker-compose up -d
Enter fullscreen mode Exit fullscreen mode
  • Memastikan service-service telah berjalan sesuai dengan pengaturan di dalam file docker compose dengan perintah:
docker ps
Enter fullscreen mode Exit fullscreen mode

List of container

  • Untuk memberhentikan service yang telah dijalankan menggunakan perintah berikut:
docker-compose down
Enter fullscreen mode Exit fullscreen mode

Uji lapangan

Setelah menjalankan perintah docker, dapat dipastikan bahwa PostgreSQL dan adminer dapat digunakan di lokal komputer. adminer dapat diakses melalui browser di sini dengan port menyesuaikan pada file .env. Menyesuaikan juga value-value yang diisikan ke dalam form berdasarkan pada file .env. Berikut hasil capture dari penggunaannya di browser:

Halaman Awal

Lalu query dan transaksi database lainnya dapat dilakukan melalui halaman adminer tersebut. Termasuk membuat table, menambahkan record ke dalam table, menghapus record dari dalam table, dan lainnya. Berikut tampilan beberapa proses transaksi database yang dapat dilakukan:

Halaman Database

Membuat sebuah table dengan nama user beserta kolom-kolomnya.

Image description

Hasil table-nya akan menjadi seperti berikut:

Image description

Terdapat tools lain yang dapat digunakan untuk melakukan manajemen database yaitu Dbeaver. Diperlukan untuk melakukan instalasi di lokal komputer sebelumnya. Dbeaver lebih nyaman digunakan dan user friendly karena lebih lengkap fiturnya. Selebihnya masih terdapat banyak tools lain untuk dapat melakukan manajemen database. Yang disebutkan pada tulisan ini adalah yang pernah digunakan.
Berikut penampakan konfigurasi pada Dbeaver yang selanjutnya transaksi database dapat dilakukan. Jangan lupa untuk menyesuaikan value-value berdasarkan file .env.

Image description

Penutup

Selain dikenal lebih stabil dikalangan database SQL, tidak sulit juga dalam penggunaannya untuk PostgreSQL. Jika sebelumnya pernah menggunakan MySQL, Oracle, seharusnya tidak akan kesulitan dalam penggunaan PostgreSQL. Source code terkait artikel kali ini dapat dicek di sini. Selanjutnya dapat diteruskan pada saat kebutuhan sebuah aplikasi untuk keperluan database SQL. Sekian.


Credits:
Image cover by Rodion Kutsaiev on Unsplash.

Support me on:
saweria


my-site

Top comments (0)